Nama : Elsi Yulianti Pakpahan
NPM : 21120028
Kelas : SI-P2101
M.K : Data Warehouse
A.PENGERTIAN DATA MULTIDIMENSI (MULTIDIMENSIONAL DATA)
Pada data trelasional terdapat sumbu X dan sumbu Y
(baris dan kolom pada tabel), maka pada data multi dimensi, terdapat sumbu X,
sumbu Y, dan sumbu Z, sehingga disebut dengan 3 dimensi (panjang, lebar,
tinggi). Data warehouse menerapkan data multidimensi atau Multi Dimensional
Data (MDD). Data multidimensi adalah model data fisik, dimana strukturnya dapat
dilihat dari berbagai sudut (dimensi), dapat dibagi menjadi tiga bagian (baris,
kolom, dan lapisan), berisi objek data multidimensi yang atributnya dibagi
menjadi dimensi, properti dan sifat pengukuran. Data multidimensi membantu
memudahkan proses analisis data. Dengan memodelkan data dalam beberapa dimensi,
data dapat dengan mudah diiris sesuai kebutuhan.
Data multidimensi tidak dapat lepas dari kebutuhan
untuk mempermudah analisa data. Oleh karena itu, data multidimensi menggunakan
dua konsep yakni OLTP dan OLAP. OLTP atau On Line Transactional Data yang berfungsi
memproses data – data transaksional namun tidak menyimpan data historis, OLTP
hanya digunakan untuk kebutuhan data dan informasi semata dan struktur data
hanya terdiri dalam 2 dimensi (baris, kolom). Sedangkan OLAP atau On Line
Analytical Data menganalisa data yang berasal dari data – data transaksi (OLTP)
dengan mengutamakan historis data. Oleh karena itu, data perlu dilihat dari 3
atau lebih dimensi, untuk kemudahan analisa data. Slicing data atau pemotongan
data berlapis – lapis, diasumsikan untuk mengambil data yang relevan untuk
kebutuhan analisa.
B. PENGERTIAN DATA MART
Pada data warehouse, data historis sangat
diperhatikan dengan tujuan untuk kebutuhan analisa data yang hasilnya
mempengaruhi pengambilan keputusan dan pembuatan laporan. Selain itu, juga
dimaksudkan sebagai analisis data untuk memberikan solusi bagi data yang
dilihat dari dimensi yang berbeda. Sebelum membahas dimensi dari data warehouse
lebih jauh lagi, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai itu Data Mart.
Data Mart merupakan sub bagian dari Data Warehouse
keseluruhan sebagai sebuah struktur data, yang di dalamnya memuat data, guna
memudahkan pengguna akhir di dalam mengakses data dari Data Warehouse sesuai
kebutuhan ataupun untuk analisa data. Data Mart juga dapat didefinisikan
sebagai unit (bagian) dari Data Warehouse secara keseluruhan yang berada pada
layer akses (Access Layer) berorientasikan kepada spesifik proses bisnis dan
kebutuhan dari unit organisasi tempat di mana Data Warehouse tersebut
diimplementasikan. Apabila dianalogikan sebagai sebuah himpunan, maka Data Mart
adalah himpunan bagian dari sebuah himpunan semesta bernama Data Warehouse.
Sehingga apabila Data Warehouse memuat semua data sesuai kebutuhan dari
keseluruhan organisasi bersangkutan, maka Data Mart hanya memuat data spesifik
sesuai kebutuhan per unit atau departemen saja.
C. PENGEMBANGAN DATA WAREHOUSE
Pengembangan data warehouse dibagi
menjadi dua jenis : tanpa menggunakan user feedback dan menggunakan user
feedback. Baik model yang tanpa user feedback ataupun model yang melibatkan
user feedback, sama-sama terbagi lagi menjadi tiga buah pilihan model, yaitu
top down, bottom up, dan parallel. Penjelasan masing-masing model akan
dijelaskan sebagai berikut.
> Model Tanpa User Feedback
1.
Top Down tanpa User Feedback
Model
top down tanpa melibatkan user feedback merupakan model yang paling sederhana,
karena struktur alurnya dimulai dari atas ke bawah, yaitu berawal dari
sumber-sumber data (data sources), kemudian diteruskan ke data warehouse.
Setelah itu, dari data warehouse diteruskan (dipecah) ke dalam beberapa data
mart. Model ini difokuskan dengan data warehouse yang berasal dari data pada
sumber data, tidak ada pengubahan apapun pada data warehouse, sehingga
menjadikan pengguna bebas mengubah sesuai kebutuhan masing-masing melalui data
mart dengan proses ETT (Extraction, Transformation, Transportation).
2.
Bottom Up tanpa User Feedback
Model
pengembangan ini dikembangkan dari pengembangan dari bawah, yang dimana dua
buah atau lebih data mart dibentuk dari data yang berasal dari berbagai sumber
data. Tahap pertama pengembangan model ini yaitu dengan memigrasikan data di
data mart dan juga data pada sumber data (data source). Setelah itu,
selanjutnya data akan diteruskan ke data mart tersebut, dari sumber data.
3.
Parallel tanpa User Feedback
Model parallel tanpa user feedback merupakan model modifikasi dari model top down, tetapi data mart tidak sepenuhnya bergantung pada data warehouse karena terdapat data model (role yang harus diikuti oleh semua data mart agar memiliki kesamaan format data dengan data warehouse) dari data warehouse yang diikuti oleh semua data mart. Tahap pertama, data warehouse dibangun dari sekumpulan data yang berasal dari berbagai sumber data. Data model yang ada pada data warehouse ini digunakan sebagai acuan bagi model data untuk data mart yang akan dibentuk. Tahap kedua, sejumlah data mart dibangun dari sejumlah data yang berasal dari berbagai sumber data, kemudian sejumlah data mart yang sudah dibentuk tersebut berperan dalam membangun data warehouse melalui integrasi di level data.
> Model Dengan User Feedback
1.
Top Down dengan User Feedback
Model
Pengembangan ini dikembangan dari atas dimana pembentukan Data warehouse
yang menyimpan semua data historis dengan menggunakan integrasi di level
datanya. Data mart pertama-tama akan dibentuk berdasarkan Data warehouse sesuai
dengan kebutuhan user. User Feedback akan mempengaruhi Data mart itu sendiri
dan secara otomatis juga akan mempengaruhi Data warehouse itu sendiri.
2.
Bottom Up dengan User Feedback
Model
ini mirip dengan model BottomUp Tanpa User Feedback, akan tetapi terdapat perbedaannya yaitu pada model ini melibatkan adanya user feedback. Dalam model ini, ada dua atau lebih data
mart yang dibentuk menggunakan data dari berbagai sumber data. Kemudian menggunakan
ETT untuk membantu dalam pengumpulan data, ekstraksi data, konversi ke dalam
format data yang disepakati bersama di data mart, dan integrasi data itu
sendiri. Selanjutnya multiple data mart yang telah terbentuk sebelumnya
dibentuk menjadi data warehouse, kemudian ETT digunakan untuk mengintegrasikan
data dari masing-masing data mart ke dalam satu kesatuan data warehouse. Umpan
balik pengguna langsung melalui wajah gudang data, dan kemudian tanggapan
tersebut akan berdampak pada data mart yang membentuk data warehouse.
3.
Parallel dengan User Feedback
Model
pengembangan ini terbentuk dari penentuan aturan model data yang akan digunakan
pada data warehouse hingga pembentukan data mart. Data dari berbagai sumber
data akan masuk ke data mart dan data warehouse. Data yang masuk ke data
warehouse terlebih dahulu akan diinput ke dalam model data agar sesuai dengan
format data. Umpan balik pengguna dikirim ke User Interface data mart.
Komentar
Posting Komentar